Purworejo – SMA Negeri 5 Purworejo menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertema “Pembinaan Kompetensi Guru dalam Rangka Peningkatan Mutu dan Kualitas PBM” pada Senin–Selasa, 29–30 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Atas SMA Negeri 5 Purworejo mulai pukul 07.30 sampai 15.00 WIB setiap harinya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas Proses Belajar Mengajar (PBM), memperkuat kompetensi guru, serta menyiapkan pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Materi utama IHT mengangkat penguatan kompetensi guru, Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), SMA MANTAP, Sekolah Berintegritas (SBI), budaya antikorupsi, ASN BerAKHLAK, serta kebijakan terbaru tentang standar proses pembelajaran.
Hari Pertama: Penguatan Kompetensi Guru dan Pembelajaran Mendalam
Kegiatan hari pertama diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penanaman nilai nasionalisme dan semangat pengabdian. Setelah itu, acara dibuka dengan sambutan Plh Kepala SMA Negeri 5 Purworejo, Bowo Suroso, S.Pd.
Dalam sambutannya, Bowo Suroso menekankan bahwa guru pada era sekarang dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, dan derasnya arus informasi menuntut guru untuk terus memperbarui cara mengajar.
“Guru masa kini harus mampu memadukan keteladanan, kompetensi pedagogik, penguasaan teknologi, dan kepekaan terhadap karakter peserta didik. Teknologi tidak akan menggantikan peran guru, tetapi guru yang mampu memanfaatkan teknologi akan menjadi penggerak pembelajaran yang lebih bermakna,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan pembukaan.

Materi pertama disampaikan oleh Tatiek Dyah Wardani, S.E., M.Kes. dari Tim Kerja SMA BBPMP Provinsi Jawa Tengah. Dalam paparannya, Tatiek mengajak peserta merefleksikan kembali sosok guru ideal. Guru yang dibutuhkan saat ini adalah guru yang memahami karakter siswa, mampu menentukan tujuan pembelajaran, memilih strategi yang tepat, mengelola kelas, melaksanakan asesmen, serta memberikan umpan balik yang membangun.
Materi tersebut juga menekankan pentingnya pembelajaran mendalam yang mencakup dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran, pengalaman belajar, dan kerangka pembelajaran.
Pembelajaran mendalam dijelaskan sebagai pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Berkesadaran berarti peserta didik memahami tujuan belajar dan mampu meregulasi diri. Bermakna berarti pembelajaran relevan dengan kehidupan nyata. Sementara itu, menggembirakan berarti proses belajar berlangsung positif, menantang, memotivasi, dan membuat peserta didik merasa dihargai.
Materi berikutnya adalah RPM atau Rencana Pembelajaran Mendalam yang disampaikan oleh Tim Kurikulum SMA Negeri 5 Purworejo, yaitu Supartini, S.Ant.; Eka Wahyu Wijayanti, S.Pd.; dan Titik Handayani, S.Pd. Pada sesi ini, guru diajak memahami bahwa RPM bukan sekadar perangkat administrasi, melainkan desain pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pembelajaran.
Dalam penyusunan RPM, guru perlu memperhatikan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, strategi pembelajaran, asesmen, umpan balik, serta pemanfaatan teknologi. Guru juga diharapkan berperan sebagai aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar yang mampu menciptakan lingkungan pembelajaran kreatif dan inovatif.
Setelah menerima materi, peserta melanjutkan kegiatan dengan tugas mandiri membuat RPM sesuai mata pelajaran masing-masing.
Hari Kedua: KSP, SMA MANTAP, SBI, Antikorupsi, dan Kebijakan Pendidikan
Hari kedua kembali diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Plh Kepala Sekolah Bowo Suroso, S.Pd. menegaskan pentingnya sekolah berintegritas. Menurutnya, mutu pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan budaya pelayanan yang tumbuh dalam kehidupan sekolah.

Ia menyampaikan bahwa sekolah berintegritas harus menjadi ekosistem yang membiasakan seluruh warga sekolah untuk berkata benar, bertindak jujur, bertanggung jawab, serta menolak segala bentuk perilaku curang.
Sesi berikutnya diisi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Pawit Srentiyono, S.Kom. Ia menyampaikan informasi tentang Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), program SMA MANTAP, serta berbagai persiapan yang berkaitan dengan tahun ajaran baru 2026/2027.

Dalam paparannya, KSP ditekankan sebagai pedoman operasional pembelajaran di satuan pendidikan yang harus disusun sesuai karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik, dan konteks lingkungan. Sementara itu, SMA MANTAP (Akademik, Terampil, Produktif) diperkenalkan sebagai program penguatan pendidikan menengah yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, keterampilan vokasional, dan kewirausahaan.
Program SMA MANTAP juga menekankan keseimbangan antara jalur akademik dan jalur keterampilan. Jalur akademik berfokus pada literasi, numerasi, karakter, dan persiapan studi lanjut, sedangkan jalur keterampilan berfokus pada keterampilan kerja, kewirausahaan, dan pengalaman praktik.
Materi berikutnya adalah Sekolah Berintegritas (SBI) yang disampaikan oleh Murningsih, S.Pd. dan Heru Purwanto, S.Pd., M.Pd.B.I. Murningsih memaparkan pemahaman dasar tentang SBI, mulai dari landasan hukum, pengertian integritas, hingga implementasi nilai-nilai integritas di sekolah. Integritas dipahami sebagai kesatuan sikap dan perilaku yang mencerminkan kejujuran, kewibawaan, dan konsistensi antara perkataan dan tindakan.

Murningsih juga menyampaikan contoh kegiatan inspiratif pendukung SBI, seperti pojok kejujuran, gerakan satu hari satu kebaikan, duta integritas sekolah, deklarasi anti menyontek, kotak aspirasi dan pengaduan, serta pekan integritas.

Selanjutnya, Heru Purwanto memperkuat materi dengan topik Strategi dan Peran Satuan Pendidikan dalam Membangun Budaya Antikorupsi. Ia menjelaskan bahwa Pendidikan Antikorupsi bertujuan membentuk karakter dan budaya antikorupsi melalui ekosistem sekolah yang mendukung dan membiasakan nilai integritas setiap hari.
Materi terakhir disampaikan oleh Endro Widiyatmono, S.Pd., MM.Pd. tentang kebijakan pendidikan. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah nilai dasar ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Endro juga memaparkan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses yang mengatur perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik dan menekankan pembelajaran bermakna serta kontekstual.

Kegiatan IHT ditutup dengan foto bersama dan apresiasi kepada narasumber dan peserta sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. (pwt)
#IHTSMA5Purworejo #PembinaanKompetensiGuru #MutuPendidikan #KualitasPBM #GuruBerkompeten #DeepLearning #PembelajaranMendalam #KSP2026 #SMAMANTAPJateng #SekolahBerintegritas #BudayaAntikorupsi #ASNBerAKHLAK #SMA5Purworejo #PendidikanBermutu #GuruProfesional #Kurikulum2026 #TransformasiPendidikan #BelajarBermakna #MerdekaMengajar #HumasSMAN5Purworejo