SMAN 5 Purworejo Perkuat Kompetensi Digital dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan

Loano – SMA Negeri 5 Purworejo menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bagi tenaga kependidikan pada Kamis 9 Juli 2026 di aula sekolah. Kegiatan bertema “Penguatan Kompetensi Administrasi Digital dan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan” tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan profesionalisme kemampuan digital serta kualitas pelayanan kepada warga sekolah.


Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 10.30 WIB. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya pembacaan doa laporan ketua panitia serta sambutan Kepala SMA Negeri 5 Purworejo.

Kepala SMA Negeri 5 Purworejo Muh Kuntoji S.Pd. M.Pd.B.I. menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi administrasi digital dan pelayanan prima dalam mendukung pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. Menurutnya perkembangan teknologi menuntut seluruh tenaga kependidikan untuk mampu bekerja secara lebih efektif tertib cepat dan bertanggung jawab.


Kepala sekolah juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga kejujuran kedisiplinan tanggung jawab serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja. Peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas dan etos kerja sehingga setiap tugas dapat dilaksanakan secara profesional.

“Tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam mendukung terselenggaranya layanan pendidikan. Karena itu kompetensi kedisiplinan dan kualitas pelayanan perlu terus ditingkatkan,” pesannya saat membuka kegiatan.

Kegiatan IHT menghadirkan Estu Widiyana Kasih M.Pd. Kepala SMP Negeri 25 Purworejo sebagai narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada peran strategis tenaga kependidikan pengembangan administrasi berbasis digital pemanfaatan teknologi informasi serta pembangunan budaya kerja yang profesional efektif akuntabel dan berintegritas.


Estu menjelaskan bahwa tenaga kependidikan merupakan garda terdepan dalam pelayanan sekolah. Tenaga kependidikan tidak hanya dituntut menguasai administrasi sekolah persuratan pengelolaan arsip kepegawaian keuangan dan sarana prasarana tetapi juga perlu memiliki kompetensi digital sosial dan personal.


Kompetensi digital yang perlu dikembangkan antara lain penggunaan Microsoft Office Google Workspace penyimpanan berbasis cloud arsip digital spreadsheet dan pengelolaan data melalui dasbor. Kompetensi sosial meliputi komunikasi kolaborasi dan etika pelayanan. Sementara itu kompetensi personal mencakup sikap disiplin berintegritas adaptif dan inovatif.


Narasumber menegaskan bahwa administrasi sekolah perlu bertransformasi dari sistem manual menuju pengelolaan digital. Transformasi tersebut bukan berarti menambah beban pekerjaan tetapi mendorong pola kerja yang lebih cerdas atau smart working. Administrasi digital diharapkan mampu menghasilkan layanan yang lebih cepat mudah aman akurat dan ramah lingkungan.


Penerapan digitalisasi dapat dilakukan dalam berbagai bidang. Pada layanan persuratan sekolah dapat menggunakan penomoran surat otomatis arsip digital dan tanda tangan elektronik. Pada bidang kepegawaian digitalisasi dapat diterapkan melalui basis data pegawai penyimpanan surat keputusan secara digital serta layanan cuti daring.


Digitalisasi juga dapat mendukung pengelolaan data peserta didik penerbitan surat keterangan pendataan alumni inventaris sekolah penggunaan kode batang aset serta pemantauan barang. Dengan pengelolaan yang tertata dokumen dapat ditemukan dengan lebih cepat sehingga pelayanan kepada warga sekolah menjadi lebih efektif.


Sejumlah aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan administrasi sekolah antara lain Google Drive Google Workspace Google Form Canva surat elektronik dan kode QR. Penggunaan teknologi tersebut harus tetap memperhatikan keamanan data ketertiban penyimpanan dokumen serta konsistensi dalam pengarsipan.


Administrasi modern perlu dilaksanakan berdasarkan lima prinsip utama yaitu cepat tepat mudah transparan dan akuntabel. Cepat berarti pelayanan tidak berbelit-belit. Tepat berarti data yang digunakan akurat. Mudah berarti prosedur pelayanan sederhana. Transparan berarti proses pelayanan dapat diketahui dengan jelas. Adapun akuntabel berarti seluruh pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan sesuai ketentuan.


Selain administrasi digital peserta memperoleh penguatan mengenai pelayanan prima. Pelayanan prima merupakan pelayanan yang mampu memenuhi bahkan melampaui harapan pengguna layanan. Prinsip pelayanan tersebut dirangkum dalam akronim SALAM yaitu Senyum Akurat Layani dengan hati Antusias dan Mudah.


Untuk memperkuat pemahaman peserta narasumber menyajikan studi kasus pelayanan kepada wali murid yang membutuhkan surat keterangan legalisasi dokumen dan data alumni. Peserta diajak mendiskusikan strategi agar kebutuhan tersebut dapat diselesaikan secara cepat dan akurat dalam waktu kurang dari sepuluh menit melalui pengelolaan data dan arsip digital yang tertata.


Keberhasilan digitalisasi administrasi ditandai dengan semakin cepatnya proses pelayanan mudahnya pencarian dokumen validnya data meningkatnya kepuasan masyarakat serta tidak adanya arsip yang hilang. Namun penerapan digitalisasi juga menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan literasi digital resistensi terhadap perubahan keamanan data dan konsistensi pengarsipan.


Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 14.15 WIB tersebut diakhiri dengan refleksi penguatan komitmen peserta dan foto bersama. Melalui kegiatan ini seluruh tenaga kependidikan SMA Negeri 5 Purworejo diharapkan semakin siap menjadi tenaga kependidikan yang profesional adaptif menguasai teknologi dan mampu memberikan pelayanan terbaik dengan hati. (anas-pwt)

#IHTSMAN5Purworejo #SMAN5Purworejo #AdministrasiDigital #PelayananPrima #TenagaKependidikan #KompetensiDigital #TransformasiDigital #InHouseTraining #PelayananSekolah #PendidikanPurworejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *