Parenting SMAN 5 Purworejo: Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Wujudkan Anak Indonesia Hebat

Purworejo, 10 November 2025 — SMAN 5 Purworejo menyelenggarakan kegiatan Parenting bertajuk “Sinergi Sekolah dengan Orang Tua/Wali Murid untuk Mewujudkan 8 Dimensi Profil Kelulusan dan Penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dwi Susi Herawati, S.Psi., Founder Yayasan Pendidikan Prasetiya Bangsa (Praba), dan diikuti oleh orang tua/wali murid kelas X, XI, dan XII.


Dalam sambutannya, Drs. Harjito, M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, menegaskan pentingnya kerja sama yang erat antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak. “Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian anak memerlukan kolaborasi yang konsisten antara sekolah dan keluarga,” ujarnya.


Sebagai narasumber utama, Dwi Susi Herawati menyampaikan materi tentang pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak di era digital. Ia menyoroti fenomena generasi saat ini yang dikenal dengan istilah “generasi stroberi” — generasi yang tampak indah di luar, tetapi mudah rapuh ketika menghadapi tekanan.

“Kita jangan menjadi petani stroberi yang selalu memberi pupuk dan perlindungan berlebih. Jangan terlalu memanjakan anak atau menuruti semua keinginannya. Mereka perlu belajar menghadapi realitas dan tangguh dalam prosesnya,” ungkapnya.


Melalui presentasi bertema “Menguatkan 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat Melalui Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah”, Dwi Susi menjelaskan bahwa karakter kuat adalah pondasi utama kesuksesan masa depan anak. Berdasarkan teori Erik Erikson, masa SMA merupakan fase penting di mana anak mencari identitas diri (identity vs role confusion), sehingga pendampingan orang tua menjadi sangat krusial.


Menurut teori Bronfenbrenner, perkembangan anak dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan budaya. Karena itu, Dwi Susi menekankan bahwa bila karakter anak belum sesuai harapan, maka yang perlu terlebih dahulu berubah adalah cara pandang dan pendekatan orang tuanya.


Kegiatan parenting ini berlangsung dengan hangat dan interaktif. Banyak orang tua yang merasa mendapat pencerahan dan motivasi baru untuk lebih dekat, memahami, serta mendampingi anak-anak mereka dalam menghadapi tantangan masa remaja.


Melalui kegiatan ini, SMAN 5 Purworejo berharap sinergi antara sekolah dan keluarga semakin kuat dalam membentuk peserta didik yang berkarakter unggul, tangguh, dan berakhlak mulia.(pwt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *