Kemenkopolhukam Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 5 Purworejo

Purworejo – Staf Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Kolonel Yuliyono, melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo pada Kamis, 11 Desember 2025, dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Dalam kunjungan tersebut, Kolonel Yuliyono meninjau langsung pelaksanaan MBG di sejumlah satuan pendidikan, yakni SDN Kaliurip Kecamatan Bener, SMPN 19 Purworejo, serta SMAN 5 Purworejo. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Gunung, Kecamatan Loano.


SPPG Bener dan SPPG Kebon Gunung diketahui bermitra dengan Yayasan Nastiti Harapan Mulia. Ketua Yayasan, Supeniwati (Peni Nastiti), menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda monitoring MBG yang dilakukan pemerintah pusat di berbagai daerah.

“Beliau menyampaikan bahwa sebelumnya telah melakukan pemantauan di sejumlah provinsi. Di Purworejo, fokus kunjungan diarahkan ke Dapur Nastiti SPPG Bener dan Dapur Nastiti 2 SPPG Kebon Gunung,” ujar Peni.


Dalam kesempatan itu, Kolonel Yuliyono melihat langsung proses pemorsian serta komposisi menu yang disajikan kepada penerima manfaat. Menu MBG yang disajikan antara lain nasi, garang asem ayam, tumis labu siam jagung manis, tempe goreng tepung, serta buah jeruk santang.


Kolonel Yuliyono berpesan agar seluruh mitra MBG terus menjaga kualitas pelayanan dan konsistensi menu bergizi demi mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Salah satu sorotan dalam kunjungan tersebut adalah respon positif para siswa terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Siswa menyampaikan bahwa MBG menjadi kegiatan yang dinanti karena menu yang dihidangkan lengkap dan seimbang.

“Setiap menu sudah ada karbohidrat, protein, dan sayur, jadi makanannya enak dan bikin kenyang,” ungkap salah satu siswa.


Menanggapi hal tersebut, Kolonel Yuliyono menegaskan bahwa MBG telah memenuhi standar gizi nasional karena setiap SPPG didampingi oleh tenaga ahli gizi yang memastikan kecukupan nutrisi dalam setiap hidangan.


Saat ini, SPPG Bener melayani 3.952 penerima manfaat, sedangkan SPPG Kebon Gunung melayani 3.656 penerima manfaat. Peni Nastiti mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan program terletak pada proses distribusi, khususnya ke lokasi yang jaraknya cukup jauh dan sulit dijangkau.

“Lokasi terjauh sekitar tujuh kilometer, salah satunya di MTs Desa Banyuasin Kembaran. Namun kami tetap berupaya agar makanan sampai tepat waktu dan tetap layak konsumsi,” jelasnya.


Selain aspek gizi, kunjungan ke SMAN 5 Purworejo juga menyoroti praktik pengelolaan sampah berbasis kesadaran warga sekolah. Di sekolah tersebut tidak disediakan tempat sampah umum, sehingga seluruh warga sekolah diwajibkan mengelola sampahnya masing-masing.


Praktik ini dinilai sebagai bentuk edukasi karakter dan kepedulian lingkungan yang menanamkan tanggung jawab serta kesadaran akan kebersihan sejak dini.


Kunjungan kerja Kemenkopolhukam ini menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, kepedulian lingkungan, serta budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Sinergi antara pemerintah pusat, mitra SPPG, dan satuan pendidikan diharapkan terus diperkuat demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (ANY/PWT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *