Loano – Sebagai upaya meningkatkan literasi digital dan kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi, Polres Purworejo menyelenggarakan kegiatan AI READY ASEAN untuk Siswa di SMA Negeri 5 Purworejo pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di indoor sekolah ini diikuti oleh sebanyak 491 siswa kelas X dan XI.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara pihak kepolisian dan sekolah dalam memberikan pemahaman dasar mengenai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence kepada para siswa. Melalui kegiatan ini, Polres Purworejo berbagi pengetahuan serta keterampilan dasar tentang AI agar siswa dapat mengenal dan memanfaatkannya secara positif, kreatif, dan aplikatif untuk masa depan pendidikan maupun karier di era digital.

Kegiatan ini didampingi oleh anggota Polres Purworejo, yaitu Ceodora Charisma, S.H. dan Dedy Sudibyo, S.H. Selain itu, kegiatan juga melibatkan delapan siswa yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan langsung di Polres pada Kamis, 12 Maret 2026. Para siswa tersebut kemudian menjadi trainer yang melakukan pengimbasan materi kepada teman-temannya di sekolah.
Delapan siswa yang menjadi trainer dalam kegiatan ini adalah Arshavin Akma Fadil (X-6), Muhammad Zaidan Rasyid (X-6), Nawa Salsabila Al Faruq (XI-1), Rosanti Gafeni (XI-1), Khafifa Nur Aida (XI-5), Shava Amanda Ramadhani (X-5), Al Furochmi Nuzulia (X-3), serta Ashar Awaludin (XI-3). Kegiatan ini juga didampingi oleh guru pendamping Himmatul Ngaliyah.
Acara dipandu oleh dua pembawa acara, yaitu Dewaric Reysia dan Lailatus Syifaah yang memandu jalannya kegiatan dengan lancar dan interaktif.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMA Negeri 5 Purworejo, Muh Kuntoaji, S.Pd., M.Pd.B.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman terhadap teknologi kecerdasan buatan di era digital saat ini. Ia juga mengingatkan para siswa agar mampu menyikapi perkembangan teknologi, termasuk AI, secara bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki sesi materi, Nawa Salsabila Al Faruq dan Ashar Awaludin menyampaikan pengenalan tentang pentingnya kecerdasan buatan serta bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Kegiatan kemudian diawali dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai AI.
Selanjutnya, Khafifa Nur Aida memaparkan pembelajaran AI melalui platform Code.org. Dalam sesi ini, para siswa diajak belajar konsep dasar kecerdasan buatan melalui permainan edukatif berbasis coding. Suasana kegiatan tampak semakin hidup karena para siswa sangat antusias mengikuti permainan dan mencoba berbagai tantangan yang tersedia pada platform tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa juga mendapatkan pendampingan dari anggota Polres Purworejo serta guru pendamping sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik. Kegiatan kemudian diakhiri dengan post test untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti materi yang diberikan.
Pada sesi tanya jawab, beberapa siswa turut mengajukan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan mereka terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Tiara Maulida Utami menanyakan mengenai kemungkinan adanya aturan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari Polres Purworejo menjelaskan bahwa penggunaan media sosial bagi anak perlu disertai dengan pengawasan dan edukasi dari orang tua maupun sekolah. Pembatasan usia dalam penggunaan media sosial bertujuan untuk melindungi anak dari dampak negatif dunia digital, sehingga yang terpenting adalah bagaimana generasi muda menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, serta memahami etika dalam berinternet.
Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Bias dari kelas XI-6 yang menanyakan bagaimana cara membuat prompt yang baik saat menggunakan teknologi berbasis Artificial Intelligence. Menjawab pertanyaan tersebut, pihak Polres Purworejo menjelaskan bahwa membuat prompt yang baik perlu dilakukan dengan memberikan instruksi yang jelas, spesifik, dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Semakin jelas pertanyaan atau perintah yang diberikan kepada AI, maka hasil jawaban yang diperoleh juga akan semakin relevan dan bermanfaat.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara kemudian ditutup oleh pembawa acara. Para siswa mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terutama pada sesi pembelajaran melalui Code.org yang dianggap menarik karena memadukan teknologi, permainan, dan pembelajaran secara interaktif.
Melalui kegiatan AI READY ASEAN untuk siswa ini, diharapkan para peserta didik SMA Negeri 5 Purworejo dapat memahami potensi kecerdasan buatan serta mampu memanfaatkannya secara bijak, kreatif, dan produktif sebagai bekal menghadapi tantangan dunia digital di masa depan.(Himma-PWT)