IHT Guru Berkarakter Menguatkan Integritas dan Empati Pendidik SMAN 5 Purworejo

Purworejo – SMAN 5 Purworejo terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema “Guru Berkarakter Mengajar dengan Integritas dan Empati” yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober 2026.


Kegiatan IHT diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan SMAN 5 Purworejo. Materi yang diberikan disesuaikan dengan peran dan kebutuhan masing-masing, sehingga kegiatan tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi guru dalam pembelajaran, tetapi juga mendukung peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas dan memberikan layanan terbaik di lingkungan sekolah.


Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkembang sebagai pribadi yang profesional, berkarakter, memiliki integritas, serta mampu membangun hubungan yang positif dan penuh empati dalam menjalankan tugas.


Kepala SMAN 5 Purworejo, Muh Kuntoaji, S.Pd., M.Pd.B.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang ada di sekolah. Guru tidak cukup hanya menguasai materi dan metode pembelajaran, tetapi juga perlu menjadi sosok yang mampu membangun hubungan positif dengan murid. Demikian pula tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman, tertib, aman, dan kondusif.


Menurutnya, setiap unsur di sekolah memiliki peran masing-masing, tetapi seluruhnya bermuara pada tujuan yang sama, yaitu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi murid.

“Guru bukan hanya mengajar untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga hadir untuk membangun karakter, menumbuhkan semangat, memberikan teladan, dan membantu murid berkembang sesuai potensinya. Sementara tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam mendukung seluruh proses pendidikan melalui pelayanan yang profesional. Karena itu, integritas, empati, dan komitmen harus menjadi bagian dari keseharian kita dalam menjalankan tugas,” pesan Muh Kuntoaji.


Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan IHT sebagai momentum memperkuat komitmen dalam memberikan layanan pendidikan terbaik. Setiap individu di sekolah diharapkan terus belajar, terbuka terhadap perubahan, meningkatkan kompetensi, serta mampu memberikan kontribusi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Hadir sebagai pemateri, Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd., M.Pd.BI., yang mengangkat berbagai materi tentang penguatan karakter guru dan peningkatan kualitas pembelajaran. Dr. Nikmah merupakan pendidik dan praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman sebagai guru, kepala sekolah, hingga Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII dan IX Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.


Dalam pemaparannya, Dr. Nikmah menekankan bahwa guru yang berkarakter perlu memiliki integritas dan empati yang tinggi. Integritas tercermin dari keselarasan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku sesuai hati nurani serta norma yang berlaku. Sementara itu, empati diwujudkan melalui kemampuan memahami kondisi murid, menempatkan diri pada posisi orang lain, serta mengomunikasikan kepedulian secara verbal maupun nonverbal.


Penguatan empati juga dikaitkan dengan pembelajaran mendalam. Guru didorong untuk memuliakan setiap murid dengan mengenal, menghargai, dan memahami mereka. Guru perlu menjaga ucapan, menghindari sikap menghakimi, memberikan motivasi dan apresiasi, serta menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan, minat, dan gaya belajar murid.


Selain karakter guru, kegiatan IHT juga membahas pentingnya peningkatan literasi dan numerasi melalui pembelajaran interaktif. Guru didorong untuk menerapkan pembelajaran berbasis HOT serta memperkuat prinsip pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, menggembirakan, serta mendorong murid untuk memahami, menerapkan, dan merefleksikan pembelajaran.


Berbagai model pembelajaran juga diperkenalkan sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, antara lain Discovery Learning, Problem Based Learning, Project Based Learning, Contextual Teaching and Learning, Cooperative Learning, Computer Assisted Learning, dan IT Based Learning.


Materi juga menekankan pentingnya membangun budaya literasi dan numerasi di sekolah melalui kegiatan membaca sebelum pembelajaran, integrasi literasi dalam mata pelajaran, pojok baca, proyek literasi, presentasi kelompok, diskusi, hingga berbagai lomba karya literasi.


Hal lain yang menjadi perhatian adalah terciptanya lingkungan belajar yang aman. Guru diharapkan bersama-sama memastikan sekolah terbebas dari kekerasan fisik, psikis, verbal, maupun seksual serta memperkuat peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah.


Sebagai penutup, Dr. Nikmah mengajak para peserta untuk membangun growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, kerja keras, dedikasi, tantangan, pengalaman, dan umpan balik. Kegagalan tidak dipandang sebagai akhir, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.


IHT ini diharapkan semakin menguatkan semangat guru dan tenaga kependidikan SMAN 5 Purworejo untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memberikan layanan terbaik sesuai dengan tugas masing-masing. Dengan kolaborasi seluruh unsur sekolah yang berkarakter, berintegritas, berempati, dan profesional, SMAN 5 Purworejo terus bergerak menghadirkan lingkungan pendidikan yang positif dan pembelajaran yang semakin bermakna. (humas-pwt)

“Selamat menjadi pendidik berkarakter dan siap mewujudkan generasi emas untuk Indonesia tercinta.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *