Guru SMAN 5 Purworejo Berlatih Manfaatkan Kecerdasan Artifisial untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

Purworejo, 29 Oktober 2025 — SMAN 5 Purworejo terus berkomitmen meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema “Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Mendukung Kurikulum Merdeka” yang diselenggarakan pada tanggal 28–29 Oktober 2025.


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh PLT Kepala Tata Usaha, Heru Purwanto, S.Pd., M.Pd.B.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kesiapan guru menghadapi perkembangan teknologi di era digital.

“Guru masa kini harus mampu memanfaatkan teknologi sesuai zamannya, termasuk kecerdasan artifisial (AI). AI bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi menjadi alat bantu yang bisa memperkaya proses pembelajaran,” ujar Heru.


Sebagai narasumber utama, hadir Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., Fasilitator LDP FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bagaimana AI dapat menjadi mitra strategis guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka.


Prof. Suyitno menjelaskan bahwa pemanfaatan AI sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran diferensiatif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Melalui berbagai aplikasi berbasis AI, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, efisien, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kecerdasan artifisial bisa membantu guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian pembelajaran. Dengan alat seperti ChatGPT, Grok, Copilot, atau Gemini, guru dapat membuat perangkat ajar yang inovatif dan menyesuaikan dengan karakter siswa,” jelasnya.


Dalam sesi praktik, para guru diajak secara langsung membuat perangkat pembelajaran berbasis AI, mulai dari penyusunan modul ajar, pembuatan asesmen digital, hingga simulasi pembelajaran interaktif. Suasana pelatihan berlangsung antusias, karena peserta dapat mencoba berbagai platform AI yang dapat mendukung pekerjaan sehari-hari sebagai pendidik.


Kegiatan IHT ini menjadi salah satu langkah nyata SMAN 5 Purworejo dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi yang tetap menekankan nilai-nilai humanis. Dengan dukungan kecerdasan artifisial, guru diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran di era digital sekaligus mewujudkan semangat Kurikulum Merdeka.(pwt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *